Dekonstruksi Karya Sastra Ahmad Tohari Tentang Perempuan dalam Perspektif Poskolonial

  • Nur Aisyah Universitas Sulawesi Tenggara
  • Nindy Ade Marsalena Universitas Sulawesi Tenggara
  • Wa Ade Rita Universitas Sulawesi Tenggara
  • Kristin Lita Wati Universitas Sulawesi Tenggara
  • I Wayan Sudarsana Universitas Sulawesi Tenggara
  • Inten Suhartien Universitas Sulawesi Tenggara
Keywords: dekonstruksi, subaltern, poskolonial

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan makna implisit terhadap karya sastra Ahmad Tohari Tentang Perempuan sebagai kelompok subaltern dalam perspketif poskolonial oleh G. Spivak yang menyatakan bahwa diantara kelompok yang paling banyak menjadi korban dari kolonialisme adalah kaum perempuan. Data penelitian ini diperoleh dalam  karya sastra Ahmad Tohari tentang perempuan seperti; novel Bekisar Merah, novel Ronggeng Dukuh Paruk, dan kumpulan cerita pendek Rusmi Ingin pulang. Teknik pengumpulan data dengan empat teknik analisis data, yaitu identifikasi, klasifikasi, analisis dan deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1)karya sastra Ahmad Tohari tentang perempuan merupakan karya sastra poskolonial yang menunjukan  ideologi koloni dalam tubuh pribumi yang melekat dan masih membedakan posisi kelompok seuperior dan inferior, kita (us) dan mereka(them), pusat dan pinggiran dan  perempuan selalu menjadi kelompok yang inferior, them, dan terpinggirkan. (2)Karya sastra Ahmad Tohari tentang perempuan sebagai kelompok subaltern merupakan sebuah manipulasi oleh kelompok representative dari subaltern tersebut.

References

Derrida, Jacques, and Gayatri Chakravorty. (1976). Spivak. “Of Grammatology.” Baltimore: John Hopkins UP. Print.

Hooks, Bell. (1990). “Marginality as a Site of Resistance”,dalam R. Ferguson dkk. (eds), Out There: Marginalization and Contemporary Cultures.Cambridge: MIT Press.

Setiawan Rahmat. (2018). “Subaltern, Politik Etis, dan Hegemoni dalam Perspektif Spivak.” Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Sharp, Joanne. 2008. Geographies of Postcolonialism. New York: SAGE Publications.

Sunur, Effendi Kusuma. (2006). “Kekerasan Terhadap Perempuan Suatu Akibat Cara Pandang ‘Yang Lain’,” dalam Jurnal Filsafat Driyarkara, Edisi Th. XXVIII No. 3/2006. Jakarta, hlm. 33.

Suryawan, I. Ngurah. (2009). Bali Pascakolonial: Jejak Kekerasan dan Sikap Kajian Budaya. Yogyakarta: Kepel Press.

Spivak, G. C. (1990). The Post-Colonial Critic: Interviews, Strategies, Dialogues (Ed. Sara Harasym). New York & London: Routledge. Spivak, G. C. 1994. “Can the subaltern speak?”dalam P. Williams & L. Chrisman (eds), Colonial Discourse and Post-Colonial Theory. New York: Columbia University Press.

Tohari Ahmad. (2003). “Ronggeng Dukuh Paruk”. Jakarta: PT Gramedia Pustaka

Tohari Ahmad. (2005). “Bekisar Merah”. Jakarta: PT Gramedia Pustaka

Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan (p. 10). Yayasan Obor Indonesia.

Published
2024-12-30
How to Cite
Aisyah, N., Marsalena, N., Rita, W., Wati, K., Sudarsana, I. W., & Suhartien, I. (2024). Dekonstruksi Karya Sastra Ahmad Tohari Tentang Perempuan dalam Perspektif Poskolonial. Sulawesi Tenggara Educational Journal, 4(3), 269-276. https://doi.org/10.54297/seduj.v4i3.918
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)