Dekonstruksi Karya Sastra Ahmad Tohari Tentang Perempuan dalam Perspektif Poskolonial
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan makna implisit terhadap karya sastra Ahmad Tohari Tentang Perempuan sebagai kelompok subaltern dalam perspketif poskolonial oleh G. Spivak yang menyatakan bahwa diantara kelompok yang paling banyak menjadi korban dari kolonialisme adalah kaum perempuan. Data penelitian ini diperoleh dalam karya sastra Ahmad Tohari tentang perempuan seperti; novel Bekisar Merah, novel Ronggeng Dukuh Paruk, dan kumpulan cerita pendek Rusmi Ingin pulang. Teknik pengumpulan data dengan empat teknik analisis data, yaitu identifikasi, klasifikasi, analisis dan deskripsi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1)karya sastra Ahmad Tohari tentang perempuan merupakan karya sastra poskolonial yang menunjukan ideologi koloni dalam tubuh pribumi yang melekat dan masih membedakan posisi kelompok seuperior dan inferior, kita (us) dan mereka(them), pusat dan pinggiran dan perempuan selalu menjadi kelompok yang inferior, them, dan terpinggirkan. (2)Karya sastra Ahmad Tohari tentang perempuan sebagai kelompok subaltern merupakan sebuah manipulasi oleh kelompok representative dari subaltern tersebut.
References
Derrida, Jacques, and Gayatri Chakravorty. (1976). Spivak. “Of Grammatology.” Baltimore: John Hopkins UP. Print.
Hooks, Bell. (1990). “Marginality as a Site of Resistance”,dalam R. Ferguson dkk. (eds), Out There: Marginalization and Contemporary Cultures.Cambridge: MIT Press.
Setiawan Rahmat. (2018). “Subaltern, Politik Etis, dan Hegemoni dalam Perspektif Spivak.” Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Sharp, Joanne. 2008. Geographies of Postcolonialism. New York: SAGE Publications.
Sunur, Effendi Kusuma. (2006). “Kekerasan Terhadap Perempuan Suatu Akibat Cara Pandang ‘Yang Lain’,” dalam Jurnal Filsafat Driyarkara, Edisi Th. XXVIII No. 3/2006. Jakarta, hlm. 33.
Suryawan, I. Ngurah. (2009). Bali Pascakolonial: Jejak Kekerasan dan Sikap Kajian Budaya. Yogyakarta: Kepel Press.
Spivak, G. C. (1990). The Post-Colonial Critic: Interviews, Strategies, Dialogues (Ed. Sara Harasym). New York & London: Routledge. Spivak, G. C. 1994. “Can the subaltern speak?”dalam P. Williams & L. Chrisman (eds), Colonial Discourse and Post-Colonial Theory. New York: Columbia University Press.
Tohari Ahmad. (2003). “Ronggeng Dukuh Paruk”. Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Tohari Ahmad. (2005). “Bekisar Merah”. Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan (p. 10). Yayasan Obor Indonesia.
Copyright (c) 2025 Nur Aisyah, Nindy Ade Marsalena

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





