Kesejahteraan Psikologis pada Lansia yang Merawat Cucu

  • Rahmatika Sidar Tandiallo Universitas Negeri Makassar
  • Rohmah Rifani Universitas Negeri Makassar
  • Dian Novita Siswanti Universitas Negeri Makassar
Keywords: Kesejahteraan psikologis, Lansia, Merawat cucu

Abstract

Orangtua yang bekerja menjadi salah satu alasan lansia merawat cucu. berbagai penurunan yang dialami lansia menjadi hambatan dalam mengasuh cucu yang memengaruhi kesejahteraan psikologis. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplor kesejahteraan psikologis lansia yang merawat cucu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan responden menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan teknik Interpretative Phenomenology Analysis. Verifikasi data penelitian menggunakan teknik member check. Penelitian melibatkan empat lansia berjenis kelamin perempuan. Hasil penelitian menemukan bahwa motivasi lansia mengasuh cucu yaitu membantu anaknya yang bekerja, mengurangi kekosongan yang dialami dan menanamkan pendidikan moral secara langsung. Makna mengasuh cucu pada lansia menunjukkan pengasuhan cucu membuat responden menjadi lebih sehat, memiliki tanggung jawab dan mendapat hiburan. Perasaan yang muncul ketika lansia merawat cucu adalah senang, lelah dan capek. Kesejahteraan psikologis pada lansia meliputi enam aspek, yaitu penerimaan diri, hubungan dengan orang lain, otonomi diri, penguasaan lingkungan, tujuan hidup dan pertumbuhan pribadi. Keempat responden memenuhi keenam aspek kesejahteraan psikologis walaupun terkadang mengalami kesulitan. Implikasi penelitian ini yaitu memberikan gambaran kesejahteraan psikologis khususnya lansia yang merawat cucu agar menjadi pertimbangan untuk orang tua yang ingin menitipkan anaknya diasuh oleh nenek/kakeknya.

References

Ariyanto, A., Puspitasari, N., Utami, D. N., & Yogyakarta, U. A. (2020). Aktivitas Fisik Terhadap Kualitas Hidup Pada Lansia. Kesehatan Al-Irsyad, XIII(2), 145–151. https://e-jurnal.stikesalirsyadclp.ac.id/index.php/jka/article/view/112

Baker, L. A., & Silverstein, M. (2008). Depressive symptoms among grandparents raising grandchildren: The impact of participation in multiple roles. Journal of Intergenerational Relationships, 6(3), 285–304. https://doi.org/10.1080/15350770802157802

BPS. (2020). statistik penduduk lanjut usia. badan pusat statistik.

Cherlin, A. J., & Furstenberg, F. F. (1992). The new american grandparent: A place in the family, a life apart. In Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents. Harvard university press.

Desiningrum, D. R. (2015). Kesejahteraan Psikologis Lansia Janda/Duda Ditinjau dari Persepsi Terhadap Dukungan Sosial dan Gender. Jurnal Psikologi Undip, 13(2), 102–106. https://doi.org/10.14710/jpu.13.2.102-201

Drew, L. M., & Silverstein, M. (2007). Grandparents’ Psychological Well-Being After Loss of Contact With Their Grandchildren. Journal of Family Psychology, 21(3), 372–379. https://doi.org/10.1037/0893-3200.21.3.372

Firmundia, A. M., & Nugrahawati, E. N. (2017). Subjective well being pada nenek yang mengasuh cucu dengan latar belakang sunda di kecamatan coblong. Prosiding psikologi, 1012-1018. ISSN:2460-6448

Hurlock, E. B. (1980). Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. erlangga.

Indriyani, S., Mabruri, M. I., & Purwanto, E. (2014). Subjective Well-Being Pada Lansia Ditinjau Dari Tempat Tinggal. Developmental and Clinical Psychology, 3(2252–6358), 66–72. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/dcp

Juaningsih, T., & Wangi, E. N. (2017). Studi Deskriptif Mengenai Psychological Well-Being pada Wanita yang melakukan Grandparenting Tipe Involved di Desa Sarimahi. Prosiding Psikologi, 2, 969–975.

Kaunang, V. D., Buanasari, A., & Kallo, V. (2019). Gambaran Tingkat Stres Pada Lansia. Jurnal Keperawatan, 7(2). https://doi.org/10.35790/jkp.v7i2.24475

Kodaruddin, W. N., & Apsari, N. C. (2019). motivasi lanjut usia merawat cucu elderly motivation for caring the grandchildren. Sosio Informa, 5(3), 199–207.

Nalle, N. C., & Soetijiningsih, H. (2020). Gambaran psychological well being pada lansia berstatus janda. Jurnal Psikologi Konseling, 16(1), 624–633.

Narayani, N. P. R., Damayanti, M. R., & Krisnawati, K. M. S. (2020). Hubungan intensitas pengasuhan cucu dengan kualitas hidup lansia. Community of Publishing in Nursing (Coping), 8(1), 25–32.

Purwaningsih, H., & Widyastuti, A. R. (2016). Gambaran Stres Lansia Dalam Grandparenting Di Desa Karangjati Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Prosiding Keperawatan, 34.

Rakhmawati, I. (2015). Peran Keluarga dalam Pengasuhan Anak. Jurnalbimbingan Konseling Isla, 6(1), 1–18.

Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069–1081. https://doi.org/https://doi.org/10.1037/0022-3514.57.6.1069

Ryff, C. D. (1995). Psychological Well-Being in Adult Life. Current Directions in Psychological Science, 4(4), 99–104. https://doi.org/10.1111/1467-8721.ep10772395

Saraswati, L. S., Hamiyati, & Mulyati. (2021). Hubungan grandparenting style terhadap kesejahteraan psikologis lansia di gabungan organisasi lansia. Jurnal Kesejahteraan Keluarga Dan Pendidikan, 8(1), 221–233. https://doi.org/http://doi.org/10.21009/JKKP.082.10.

Wahyuni, Y. T., & Abidin, Z. (2015). Pengalaman Hidup Lansia Yang Mengasuh Cucu: Studi Kualitatif Fenomenologis Dengan Interpretative Phenomenological Analysis. Empati, 4(4), 8–14.

Published
2022-08-17
How to Cite
Tandiallo, R., Rifani, R., & Siswanti, D. (2022). Kesejahteraan Psikologis pada Lansia yang Merawat Cucu. Sulawesi Tenggara Educational Journal, 2(2), 99-106. https://doi.org/10.54297/seduj.v2i2.272
Section
Articles