Analisis Pembelajaran Praktika Laboratorium Metode Daring terhadap Pencapaian Ketrampilan Mahasiswa Pendidikan Vokasi Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

  • Tami Eka Lestari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
  • Nurun Laasara Poltekkes kemenkes Yogyakarta
Keywords: Praktika Laboratorium, Metode daring, Pencapaian Ketrampilan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketercapaian ketrampilan mahasiswa dengan pmbelajaran praktika metode daring serta menganalisis kendala kendala yang didapat selama pembelajaran praktika metode daring. Penelitian  ini menggunakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada bulan September-November 2021 dengan cara memberikan kuesioner kepada 187  mahasiswa Prodi DIII keperawatan dan Sarjana Terapan keperawatan yang telah melakasanakan Praktika di Laboratorium selama Masa pandemi.  Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa  lebih dari 50 % responden tidak setuju bahwa metode pembelajaran praktika secara daring lebih efektif, mudah dipelajarai dan melatih belajar mandiri. Mahasiswa lebih setuju dengan metode pembelajaran secara tatap muka langsung. Sebagian besar responden (65%) menyatakan bahwa pembelajaran secara daring dapat membantu mempelajari 50 % dari pencapaian ketrampilan yang ada di RPS yang bisa dilakukan secara Secara mandiri. Namun demikian sebagian  responden hanya bisa mempelajarai 25 % dari materi yang diberikan. Secara umum dari pertanyaan yang diberikan, responden rata rata menjawab setuju bahwa metode pembelajaran daring dapat membantu tercapainya kompetensi  praktik meskipun tidak sampai 100 % rata rata hanya 25 %.  Sebagian besar responden (55%) menyatakan merasa jenuh merasa jenuh belajar praktik metode daring. Responden sebagian besar (63%) menyatakan kurang senang dengan belajar praktik metode daring. Responden (58%) menyatakan lebih termotivasi untuk belajar praktik dengan bimbingan langsung dari dosen/instruktur. Secara umum dari pertanyaan yang diberikan, rata-rata menjawab setuju bahwa kurang senang dan tidak termotivasi dalam pembelajaran praktik laboratorium secara daring. Kendala yang dihadapi sebagian besar mahasiswa adalah sinyal yang kurang bagus dan alat/instrumen praktika yang kurang sesuai.

References

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Pendekatan Prakek Bandung. Jakarta: Rineka Cipta

Ashari. (2020). Proses pembelajaran daring di tengah Antisipasi penyebaran virus corona dinilai belum maksimal. (online) Pikiran Rakyat .com.

Kementerian pendidikan dan kebudayaan RI. (2020). Surat edaran Kementerian Pendidikan no 15 tahun 2020 tentang penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran COVID-19

Kurniawan, K., & Nasir, M. (2014). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Implementasi E-Learning di Kalangan Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta di Kota Palembang. Prosiding SNaPP: Sains, Teknologi, 4(1), 505-512.

Notoatmodjo. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Priansa Juni, Donni.2017.Pengembangan Srategi dan Model Pembelajaran, Inovatif, Kreatif, dan

Priansa, D. J. (2017). Pengembangan strategi dan model pembelajaran: inovatif, kreatif, dan prestatif dalam memahami peserta didik. Bandung: Pustaka Setia.

Wibowo. (2013). Manajemen Kinerja. Jakarta: Rajawali Pers.

Widoyoko, E. (2010). Evaluasi Program Pembelajaran : Panduan Praktis Pendidik dan Calon Pendidik.Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Zainuddin. (2011). Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Sinar Grafika.

Published
2022-08-10
How to Cite
Lestari, T., & Laasara, N. (2022). Analisis Pembelajaran Praktika Laboratorium Metode Daring terhadap Pencapaian Ketrampilan Mahasiswa Pendidikan Vokasi Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Sulawesi Tenggara Educational Journal, 2(2), 87-91. https://doi.org/10.54297/seduj.v2i2.261
Section
Articles