Sulawesi Tenggara Educational Journal http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj <p style="text-align: justify;"><img style="float: left;" src="/public/site/images/admin/Logo_SEDUJ.png">Sulawesi Tenggara Educational Journal adalah jurnal terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara. Sulawesi Tenggara Educational Journal terbit tiga kali dalam setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember. Seduj menjadi sarana publikasi bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang ilmu pendidikan dalam menerbitkan artikel hasil penelitian maupun artikel telaah konseptual. Ruang lingkup kajian Seduj mencakup: Metode belajar dan Pembelajaran, Guru dan Siswa, Teknologi pendidikan, Manajemen Pendidikan, Penilaian dan Evaluasi Pendidikan, Ilmu Psikologi dan Psikologi Pendidikan, dan masalah-masalah lainnya yang berkaitan dengan pendidikan. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Nomor 177/E/KPT/2024, Tanggal 15 Oktober 2024, tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah periode II Tahun 2024, Sulawesi Tenggara Educational Journal Terakreditasi (<strong><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/12795" target="_blank" rel="noopener">Lihat Laman SINTA</a></strong>)&nbsp;<a href="https://drive.google.com/file/d/1En5xGGEJOfvrNQvXRdnvq-S28pevN97F/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener"><strong>(Lihat SK).</strong></a></p> Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara en-US Sulawesi Tenggara Educational Journal 2807-7458 Model Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization untuk Meningkatkan Pemahaman Ilmu Pengetahuan Alam Sekolah Dasar: Sebuah Kajian Literatur http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1345 <p>Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat Sekolah Dasar memiliki peran penting dalam membangun dasar pengetahuan dan sikap ilmiah siswa sejak dini. Namun, proses pembelajaran IPA masih menghadapi berbagai tantangan, terutama karena pembelajaran cenderung berpusat pada guru sehingga siswa menjadi pasif dan kurang terlibat dalam kegiatan belajar. Selain itu, perbedaan kemampuan akademik siswa seringkali tidak terakomodasi dengan baik, sehingga pemahaman konsep ilmiah menjadi kurang optimal dan pembelajaran lebih menekankan pada hafalan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization (TAI) dipandang sebagai salah satu solusi efektif karena menggabungkan kerja sama kelompok dan tanggung jawab individu. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa model TAI mampu meningkatkan hasil belajar, pemahaman konsep, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau hasil-hasil penelitian yang dilakukan pada periode 2017–2025 mengenai efektivitas model TAI dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA di Sekolah Dasar. Melalui analisis literatur, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi guru dalam memilih strategi pembelajaran inovatif serta menjadi referensi dalam pengembangan penelitian lanjutan guna meningkatkan kualitas pembelajaran IPA.</p> Dwi Tristina Agustia Nur Kumala Dewi Berliana Novia Fitri Yani Oktavia Kharisma Pertiwi Eka Lina Yunita Nurul Hidayah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-03 2025-12-03 5 3 559 571 10.54297/seduj.v5i3.1345 Peningkatan Kompetensi Guru TK melalui Penggunaan Media Ajar PITARIA (Pintu Lestari Indonesia) untuk Internalisasi Budaya Daerah di Kabupaten Tanggamus http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1352 <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru yang tergabung dalam <em>Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Persatuan Guru Republik Indonesia</em> (IGTKI-PGRI) Kabupaten Tanggamus dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif serta memperkenalkan budaya daerah melalui media pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah <em>research and development</em> (R&amp;D) dengan pendekatan pelatihan dan implementasi lapangan. Kegiatan penelitian meliputi tiga tahap utama, yaitu (1) sosialisasi mengenai media pembelajaran inovatif oleh dosen Universitas Aisyah Pringsewu, (2) pelatihan pembuatan media pembelajaran <em>Pintu Lestari Indonesia</em> (PITARIA) menggunakan bahan sederhana, dan (3) uji coba penerapan media PITARIA di kelas untuk menilai respons dan minat siswa terhadap pembelajaran budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan ini meningkatkan pemahaman guru terhadap konsep media pembelajaran inovatif serta keterampilan dalam merancang media kreatif. Selain itu, penggunaan media PITARIA terbukti dapat meningkatkan ketertarikan siswa terhadap pembelajaran budaya daerah. Kendala utama penelitian ini adalah keberlanjutan program yang masih bergantung pada dukungan lanjutan dari lembaga terkait. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan kompetensi guru serta penguatan pendidikan berbasis budaya daerah di tingkat pendidikan anak usia dini.</p> <p>&nbsp;</p> Fitra Endi Fernanda Nikki Tri Sakung Febra Anjar Kusuma Karyadi Hidayat ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-14 2025-12-14 5 3 572 581 10.54297/seduj.v5i3.1352 Pengembangan Model Pembelajaran Hybrid Intelligent Learning untuk Perguruan Tinggi http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1351 <p>Transformasi pembelajaran di perguruan tinggi menuntut model yang mengintegrasikan fleksibilitas hybrid learning dengan teknologi cerdas untuk meningkatkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa. Namun, implementasi hybrid learning masih menghadapi kendala seperti rendahnya personalisasi, minimnya pemanfaatan data belajar, dan keterbatasan umpan balik real-time. Penelitian ini bertujuan mengembangkan <strong>Model Pembelajaran Hybrid Intelligent Learning</strong> yang memadukan pembelajaran tatap muka dan daring dengan dukungan <em>learning analytics</em> serta rekomendasi adaptif. Penelitian menggunakan metode <strong>Research and Development (R&amp;D)</strong> melalui model <strong>ADDIE</strong><strong>, </strong>meliputi analisis kebutuhan, desain model, pengembangan prototipe, implementasi terbatas, dan evaluasi. Tahap evaluasi mengadopsi pendekatan <strong>Dick and Carey</strong><strong>,</strong> dengan validasi oleh <strong>ahli desain pembelajaran, ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa</strong><strong>, </strong>yang menunjukkan tingkat kelayakan masing-masing sebesar <strong>88%, 85%, 83%, dan 87%</strong><strong>, </strong>sehingga model dinyatakan layak digunakan. Uji coba terbatas pada 35 mahasiswa menggunakan <strong>paired-sample t-test</strong> menunjukkan bahwa model yang dikembangkan <strong>efektif meningkatkan hasil belajar mahasiswa secara signifikan</strong> dengan <strong>t = 6,85; p &lt; 0,05 (2-tailed)</strong> dibandingkan kondisi sebelum penerapan. Dengan demikian, Model Pembelajaran Hybrid Intelligent Learning dinyatakan <strong>layak dan efektif</strong> untuk diterapkan di perguruan tinggi serta berpotensi menjadi rujukan pengembangan inovasi pembelajaran digital berbasis teknologi cerdas.</p> Nina Ikhwati Wahidah Iskandar Iskandar Irma Ayuwanti Pixyoriza Pixyoriza Nikki Tri Sakung ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-14 2025-12-14 5 3 582 587 10.54297/seduj.v5i3.1351 Implementasi Project Based Learning dalam Pembelajaran IPAS: Studi Kasus di MI Miftahul Ulum Tulung Jaya http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1353 <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi model <em data-start="285" data-end="309">Project Based Learning</em> (PjBL) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di MI Miftahul Ulum Tulung Jaya serta dampaknya terhadap pemahaman konsep, keterampilan kolaborasi, keterampilan psikomotor, dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan guru IPAS dan siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta tes hasil belajar, dan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL diimplementasikan melalui enam tahapan utama: perumusan pertanyaan mendasar, perencanaan proyek, penyusunan jadwal, pelaksanaan proyek, monitoring, dan presentasi hasil. Penerapan PjBL terbukti meningkatkan pemahaman konsep siswa, terlihat dari peningkatan nilai rata-rata dari 58,4 menjadi 83,7. Kemampuan kolaborasi, keterampilan psikomotor, serta motivasi dan keaktifan siswa juga meningkat secara signifikan melalui kegiatan proyek yang kontekstual dan melibatkan praktik langsung. Guru dan siswa memberikan respons positif terhadap model ini karena pembelajaran menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan nyata. Secara keseluruhan, PjBL efektif diterapkan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar</p> Binti Khoiriyah Sulis Anjarwati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-14 2025-12-14 5 3 588 594 10.54297/seduj.v5i3.1353 Hegemoni Mangaji Pagi: Politik Alokasi Waktu sebagai Strategi Resiliensi Epistemologi di Mti Batang Kabung Padang http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1355 <p>Di tengah arus disrupsi pendidikan dan tuntutan pragmatisme pasar yang mendesak pesantren untuk melakukan sekularisasi kurikulum, Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Batang Kabung menampilkan bentuk resistensi yang unik. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi resiliensi MTI Batang Kabung dalam mempertahankan tradisi <em>tafaqquh fiddin</em> melalui manajemen kurikulum yang distingtif. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui analisis dokumen jadwal pembelajaran (roster), observasi partisipan, serta wawancara mendalam dengan Pimpinan Pondok (Buya) dan Kepala Madrasah pada jenjang Tsanawiyah (MTs) maupun Aliyah (MA). Temuan penelitian mengungkap praktik Politik Alokasi Waktu yang disebut sebagai tradisi <em>Mangaji Pagi</em>. Secara struktural, institusi mengalokasikan waktu emas kognitif (golden time) pukul 07.00–09.30 WIB khusus untuk mata pelajaran turats (Nahwu, Sharaf, Fiqh, Tafsir), sementara mata pelajaran umum ditempatkan pada sesi siang. Strategi ini diterapkan secara isomorfis (seragam) dari jenjang MTs hingga MA. Konsistensi pada jenjang Aliyah, meski dihadapkan pada tekanan seleksi perguruan tinggi yang menunjukkan kuatnya ideologi institusi dalam menempatkan ilmu agama (Fardhu ‘Ain) pada hirarki epistemologi tertinggi dibanding ilmu umum (Fardhu Kifayah). Penelitian ini menyimpulkan bahwa MTI Batang Kabung melakukan akomodasi selektif: menerima modernitas secara administratif namun mempertahankan kedaulatan tradisi secara substansial melalui penguasaan struktur waktu</p> Supriadi Ansyah Putra Martin Kustati Nana Sepriyanti ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-14 2025-12-14 5 3 595 601 10.54297/seduj.v5i3.1355 Efektivitas Media Bola Emosi Dalam Meningkatkan Self-Awareness dan Pengelolaan Emosi Siswa SMPN 3 Majene http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1357 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media Bola Emosi dalam meningkatkan self-awareness dan kemampuan pengelolaan emosi siswa SMP. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kecerdasan emosional sebagai fondasi bagi perkembangan pribadi dan sosial siswa, terutama pada masa remaja awal yang ditandai dengan perubahan emosional yang cukup kompleks. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri atas 60 siswa yang dibagi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing 30 siswa. Instrumen penelitian berupa angket self-awareness dan angket pengelolaan emosi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen, sehingga uji t dua sampel independen digunakan untuk menguji perbedaan antar kelompok. Hasil posttest menunjukkan perbedaan signifikan pada variabel self-awareness dengan nilai t = 11.728 (p = 0.000) dan variabel pengelolaan emosi dengan nilai t = 12.014 (p = 0.000). Kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor rata-rata yang sangat besar dibandingkan kelompok kontrol, yang hanya menunjukkan peningkatan minimal. Hal ini mengindikasikan bahwa Bola Emosi efektif sebagai media intervensi dalam pembelajaran sosial emosional di sekolah. Media ini terbukti mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, dan bermakna sehingga membantu siswa mengenali dan mengelola emosinya secara lebih adaptif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi guru dan konselor sekolah dalam memilih strategi pembelajaran yang menstimulasi keterampilan sosial-emosional siswa.</p> Zulfianah Sunusi Ghina Raodhatul Jannah Putri Nurul Annisa Luthfia Adilah Helmaliah Helmaliah Andi Aisyah Tamin ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-16 2025-12-16 5 3 602 612 10.54297/seduj.v5i3.1357 Inovasi Penilaian Formatif Berbasis Proyek pada Mata Pelajaran PAI http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1358 <p>Penilaian merupakan komponen penting dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) karena tidak hanya berfungsi untuk mengukur pencapaian kognitif peserta didik, tetapi juga untuk menilai proses internalisasi nilai-nilai keislaman dalam aspek afektif dan psikomotor. Seiring dengan tuntutan pendidikan abad ke-21, diperlukan inovasi penilaian yang mampu mendorong keaktifan, motivasi, serta keterlibatan peserta didik secara menyeluruh. Salah satu pendekatan yang relevan adalah penilaian formatif berbasis proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep, karakteristik, manfaat, serta tantangan implementasi penilaian formatif berbasis proyek dalam pembelajaran PAI melalui studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal, buku referensi, dan prosiding yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian formatif berbasis proyek mampu meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar peserta didik, memperkuat keterlibatan dalam proses pembelajaran, serta efektif dalam menilai ranah afektif dan psikomotor secara autentik. Selain itu, peran umpan balik dalam penilaian formatif berbasis proyek terbukti membantu peserta didik merefleksikan proses belajar dan menginternalisasi nilai-nilai Islam secara lebih mendalam. Namun demikian, implementasi penilaian ini masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan waktu, kesiapan guru, dan kebutuhan akan instrumen penilaian yang sistematis dan terstandar. Oleh karena itu, penilaian formatif berbasis proyek perlu didukung oleh perencanaan yang matang, peningkatan kompetensi guru, serta kebijakan sekolah yang berkelanjutan agar dapat diterapkan secara optimal dalam pembelajaran PAI.</p> Rosmiati Ramli Asran Asran Muhammad Rizal Pina Pina Jamaluddin Hanapi Jusrianti Jusrianti ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-17 2025-12-17 5 3 613 621 10.54297/seduj.v5i3.1358 Model Penilaian Reflektif untuk Meningkatkan Pemahaman Nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Siswa http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1359 <p>Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual peserta didik. Namun, praktik penilaian PAI di sekolah masih didominasi oleh pendekatan konvensional yang berfokus pada aspek kognitif, sehingga belum optimal dalam mengukur dan mendorong internalisasi nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif model penilaian reflektif sebagai alternatif penilaian yang mampu meningkatkan pemahaman nilai Pendidikan Agama Islam pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal nasional dan internasional, buku akademik, serta prosiding seminar yang relevan dan diterbitkan dalam rentang tahun 2015–2024. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran database ilmiah, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan disintesis secara deskriptif-kualitatif. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa model penilaian reflektif memiliki karakteristik utama berupa keterlibatan aktif siswa dalam mengevaluasi pengalaman belajarnya melalui refleksi diri. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa penilaian reflektif mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses penilaian, memperdalam pemahaman nilai PAI secara kontekstual, mendorong internalisasi nilai dan kesadaran moral, serta mendukung pembentukan karakter Islami secara holistik. Selain itu, model penilaian reflektif dinilai selaras dengan paradigma penilaian autentik dan implementasi Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada penguatan karakter. Dengan demikian, penilaian reflektif direkomendasikan sebagai pendekatan strategis dalam pembelajaran PAI untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna, holistik, dan berorientasi pada pembentukan kepribadian siswa.</p> Rosmiati Ramli Jumsir Jumsir Harni Kadang Anita S Darmawati Taro Hasmi Hasmi Hasnita Hasnita ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-17 2025-12-17 5 3 622 628 10.54297/seduj.v5i3.1359 Kontinuitas dan Perubahan dalam Sistem Pendidikan Pesantren Salaf Modern di Indonesia http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1360 <p>Pesantren as an indigenous Islamic educational institution continues to adapt in the midst of the dynamics of educational modernization, globalization, and socio-cultural development of the community. The renewal of salaf Islamic boarding schools towards a more modern education system has become an important discourse in the study of contemporary Islamic education. This article aims to critically examine the pattern of renewal of salaf pesantren by emphasizing aspects of continuity and changes in educational goals, institutional systems, curriculum, and pesantren learning methodologies. This research uses a literature review approach by examining various scientific literature, both books and reputable journal articles, which discuss the transformation of Islamic boarding schools in Indonesia in the last five to seven years, as well as relevant classical literature as a conceptual basis. Data analysis was carried out through thematic synthesis to identify general trends, differences in approaches, and factors that affect the success of pesantren reform. The results of the study show that pesantren renewal is not dichotomous between tradition and modernity, but takes place in an adaptive manner through the principle of preserving essential Islamic values and adopting contextual modern elements. The update is seen in the integration of formal and non-formal education systems, the development of an integrated curriculum, and the application of more participatory learning methods. A conceptual understanding of Islamic boarding school modernization is needed as a dynamic process rooted in tradition as well as responsive to the demands of the times</p> Dewi Urifah Salsabila Sahman Z Mukhlishin Mukhlishin ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 5 3 629 639 10.54297/seduj.v5i3.1360 Dinamika Kenakalan Remaja: Peran Keharmonisan Keluarga dan Konformitas Teman Sebaya di Mts Sunan Pandanaran Yogyakarta http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1367 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kenakalan remaja dengan menitikberatkan pada peran keharmonisan keluarga dan konformitas teman sebaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek sejumlah siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sunan Pandanaran. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai bentuk kenakalan remaja serta faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenakalan remaja yang ditemukan masih berada pada kategori ringan, seperti melanggar aturan, mengambil barang tanpa izin, dan perilaku berisiko lainnya. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kurangnya keharmonisan keluarga, ditandai dengan minimnya komunikasi, pembiaran, serta lemahnya pengawasan orang tua, berkontribusi terhadap munculnya perilaku menyimpang pada remaja. Selain itu, konformitas teman sebaya juga berperan signifikan dalam mendorong remaja mengikuti perilaku negatif demi memperoleh penerimaan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kenakalan remaja merupakan hasil interaksi antara faktor keluarga dan lingkungan pergaulan sebaya. Oleh karena itu, penguatan peran keluarga dan pengelolaan lingkungan sosial remaja menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan kenakalan remaja.</p> Annisa Ashifa Azra Fakhrunnisa Arumi Rizki Indarto Siti Nur Shabrina Yusup Akhsani ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-25 2025-12-25 5 3 640 647 10.54297/seduj.v5i3.1367 Analisis Komparatif Teori Motivasi Abraham Maslow dengan Konsep Nafs dalam Islam dan Implikasinya terhadap Kinerja Guru http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1371 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif teori motivasi Abraham Maslow dengan konsep nafs dalam Islam serta mengkaji implikasinya terhadap kinerja guru di lingkungan pendidikan Islam. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa motivasi guru tidak hanya ditentukan oleh faktor kebutuhan material dan psikologis, tetapi juga dipengaruhi oleh kekuatan spiritual yang memberikan arah dan makna dalam bekerja. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif yang berfokus pada literatur psikologi dan sumber-sumber keislaman, seperti Al-Qur’an, hadis, dan pemikiran ulama tentang konsep nafs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori Maslow menekankan pemenuhan kebutuhan manusia secara bertahap mulai dari kebutuhan fisiologis hingga aktualisasi diri. Sementara itu, konsep nafs dalam Islam menggambarkan perkembangan jiwa manusia dalam mencapai tingkat spiritual yang lebih tinggi, yakni nafs al-ammārah, nafs al-lawwāmah, dan nafs al-muṭmainnah. Perbandingan keduanya menunjukkan bahwa orientasi motivasi dalam Islam lebih komprehensif karena tidak hanya berfokus pada pencapaian duniawi, tetapi juga pada peningkatan akhlak dan pencarian ridha Allah SWT sebagai tujuan akhir. Implikasi penelitian ini mempertegas bahwa peningkatan kinerja guru yang ideal harus dilakukan melalui pendekatan integratif yang mencakup pemenuhan kesejahteraan material sekaligus penguatan spiritualitas. Guru yang memiliki motivasi spiritual kuat akan menunjukkan dedikasi profesional yang lebih stabil, etos kerja tinggi, serta perilaku mendidik yang berlandaskan nilai-nilai moral. Oleh karena itu, lembaga pendidikan Islam perlu mengembangkan strategi pembinaan motivasi yang holistik agar kualitas kinerja guru dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.</p> Iva Badiatuz Zahro Ashni Fannida Istinaima Putri Sukarman Sukarman ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-31 2025-12-31 5 3 648 653 10.54297/seduj.v5i3.1371 Pendekatan Deep Learning untuk Memotivasi Siswa pada Pembelajaran Menulis Teks Prosedur http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1373 <p>Penelitian ini menyelidiki cara penggunaan metode Deep Learning dalam mengajar siswa untuk menghasilkan tulisan prosedural serta pengaruhnya terhadap motivasi mereka dalam belajar. Pendekatan Deep Learning ini sangat mengedepankan pengalaman belajar yang berarti, disadari, dan menyenangkan, supaya murid dapat berpartisipasi dengan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai tulisan, termasuk meneliti beberapa studi ilmiah mengenai motivasi belajar, strategi pengajaran menulis, dan penerapan Deep Learning. Temuan dari tinjauan kami menunjukkan bahwa metode Deep Learning memiliki potensi untuk meningkatkan motivasi intrinsik siswa dengan menciptakan suasana belajar yang nyaman, merangsang kreativitas, dan mendorong keterlibatan mereka. Selain itu, pembelajaran yang bermakna memungkinkan siswa untuk memahami keuntungan dari&nbsp;teks prosedural dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka mampu menyusun sesuatu dengan cara yang sistematis, logis, dan mudah dipahami. Kesadaran saat menulis juga berkontribusi pada peningkatan keterampilan menulis siswa, baik dalam aspek struktur, pemilihan kata, maupun keakuratan konten. Dengan demikian, terlihat jelas bahwa penerapan teknik Deep Learning ini sukses di dalam memperbaiki semangat belajar serta keterampilan siswa dalam memproduksi teks prosedural secara berkelanjutan.</p> Putri Novitasari Intan Khoirotul Awaliya Ariyana Ariyana ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-30 2025-12-30 5 3 654 659 10.54297/seduj.v5i3.1373 Project Based Learning Melalui Sevima Edlink Dapat Meningkatkan Kemampuan Penulisan Ilmiah Mahasiswa pada Mata Kuliah Filsafat Ilmu http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1380 <p>Penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan keterampilan Penulisan ilmiah &nbsp;mahasiswa dalam pembelajaran jarak jauh melalui Platform <em>edlink sevima.</em>&nbsp; Model Pembelajaran <em>Project Based Learning</em> Melalui platform <em>Edlink Sevima</em> merupakan salah satu alternatif yang bisa diterapkan oleh dosen pada kegiatan Pembelajaran jarak jauh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Model Pembelajaran <em>Project Based Learning</em> melalui platform <em>Edlink Sevima </em>dapat meningkatkan keterampilan penulisan ilmiah mahasiswa kelas filsafat ilmu Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Kusumanegara. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan penelitian <em>Classroom&nbsp; Action Research</em> (CAR) yang didalamnnya terdiri dari dua siklus pembelajaran dengan 16 mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan tes penulisan ilmiah mahasiswa. Hasil penelitian dengan penggunaan model pembelajaran Project Based Learning melalui edlink sevima dapat meningkatkan hasil tes penulisan ilmiah mahasiswa dari dua siklus pembelajaran yang diberikan dengan nilai ketuntasan minimal yaitu 75 dan target keberhasilan 85%. Pada siklus satu mahasiswa mampu mencapai target sebanyak 66%, dan siklus kedua 89%, Berdasarkan pada hasil penelitian tersebut, dapat dinyatakan bahwa model pembelajaran <em>Project Based Learning </em>melalui platform <em>edlink sevima</em> efektif dalam meningkatkan keterampilan penulisan ilmiah mahasiswa dalam pembelajaran jarak jauh.</p> Muhammad Awin Alaby ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-30 2025-12-30 5 3 660 666 10.54297/seduj.v5i3.1380 Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Islam dalam Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Peserta Didik di SMP Muhammadiyah 6 Padang http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1381 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan evaluasi pembelajaran Pendidikan Islam serta perannya dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik di SMP Muhammadiyah 6 Padang. Evaluasi pembelajaran dipandang sebagai komponen penting dalam sistem pembelajaran karena berfungsi untuk mengetahui ketercapaian tujuan, efektivitas metode, dan perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) evaluasi pembelajaran Pendidikan Islam telah dilaksanakan secara berkelanjutan, (2) guru menggunakan berbagai teknik evaluasi kognitif, afektif, dan psikomotor, (3) evaluasi berperan dalam memperbaiki strategi pembelajaran, dan (4) hasil evaluasi menjadi dasar dalam pengambilan keputusan pembelajaran lanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa evaluasi pembelajaran Pendidikan Islam yang sistematis dan berkelanjutan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran secara signifikan.</p> Linda Yusra Yusneti Yusneti Marlina Djosan Delfita Fadriana Sri Mirawati Sri Wahyuni ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-01-12 2026-01-12 5 3 667 674 10.54297/seduj.v5i3.1381 Efektivitas Model Pembelajaran Problem Posing terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1382 <p>Penelitian ini merupakan penelitian pre-experiment dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran problem posing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Kolaka tahun ajaran 2025/2026 yang teridiri atas 2 kelas dengan jumlah keseluruhan sebanyak 30 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Instrumen yang digunakan yaitu berupa tes berbentuk uraian, lembar observasi guru, dan lembar observasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dan guru pada kategori aktif. Rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sebelum diterapkan model pembelajaran <em>problem posing</em> sebesar 68,92, sedangkan rata-rata kemampuan pemecaham masalah matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran problem posisng sebesar 79,15. Berdasarkan uji t diperoleh<img src="/public/site/images/arusjaya/Capture.JPG" width="277" height="18">&nbsp;ditolak. Dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran problem posing efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Kolaka.</p> Made Subawo ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-30 2025-12-30 5 3 675 680 10.54297/seduj.v5i3.1382 Efektivitas Metode Talqin dan Muraja’ah dalam Meningkatkan Motivasi dan Hafalan Qur’an Siswa SD Sabbihisma 04 Batang Kabung Ganting Kec. Koto Tangah, Kota Padang http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1383 <p>Kurangnya motivasi yang diberikan guru dalam proses pembelajaran dapat berdampak pada rendahnya motivasi dan semangat siswa dalam menghafal Al-Qur’an. Guru yang hanya berfokus pada penyampaian materi tanpa umpan balik positif membuat siswa merasa kurang dihargai. Metode takrir yang menekankan pengulangan juga memerlukan teknik hafalan yang tepat, sementara perbedaan gaya belajar siswa sering menimbulkan kesulitan dan menurunkan kepercayaan diri. Oleh karena itu, diperlukan penerapan metode talqin dan muraja’ah untuk meningkatkan motivasi dan hafalan Al-Qur’an siswa di SD Sabbihisma 04 Batang Kabung Ganting. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas metode talqin dan muraja’ah dalam meningkatkan motivasi dan hafalan Al-Qur’an siswa kelas IV SD Sabbihisma 04 Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experimental). Populasi penelitian berjumlah 28 siswa kelas IV dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test pada kelas IV A sebagai kelas kontrol dan IV B sebagai kelas eksperimen. Analisis data menggunakan uji persyaratan dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode talqin dan muraja’ah efektif dalam meningkatkan hafalan Al-Qur’an siswa. Muraja’ah dilakukan melalui bin nazhar dan bil-ghaib sebelum dan sesudah proses menghafal. Rata-rata nilai post-test mencapai 91, meningkat dari nilai pre-test sebesar 72. Uji t menunjukkan t-hitung 14,973 &gt; t-tabel 2,045 sehingga Ha diterima. Keberhasilan metode ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling mendukung dalam menciptakan pembelajaran tahfizh yang kondusif dan menghasilkan hafalan yang mutqin.</p> Sufriadi Yuherman Zulheldi Zulheldi Khadijah Khadijah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-30 2025-12-30 5 3 681 687 10.54297/seduj.v5i3.1383 Inovasi Guru dalam Meningkatkan Literasi Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1385 <p>Literasi Bahasa Indonesia merupakan kompetensi dasar yang berperan penting dalam menunjang keberhasilan belajar siswa sekolah dasar. Namun, rendahnya minat baca dan keterbatasan inovasi pembelajaran masih menjadi tantangan dalam pengembangan literasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi guru dalam meningkatkan literasi Bahasa Indonesia serta respons siswa terhadap penerapan inovasi tersebut di SDIT Harith Foundation. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas dua guru kelas V dan VI sebagai informan utama serta 32 siswa sebagai responden pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, angket siswa, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai inovasi pembelajaran literasi, seperti pemanfaatan media digital, permainan edukatif, pembelajaran kolaboratif, penggunaan teks kontekstual, dan pemberian penguatan positif. Respons siswa terhadap inovasi pembelajaran berada pada kategori baik hingga sangat baik, yang tercermin dari meningkatnya motivasi, keterlibatan, dan ketertarikan siswa terhadap kegiatan literasi. Temuan ini menegaskan bahwa inovasi guru berperan penting dalam menciptakan pembelajaran literasi yang bermakna dan efektif di sekolah dasar.</p> Darmawati Darmawati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-30 2025-12-30 5 3 688 694 10.54297/seduj.v5i3.1385 Pengaruh Model Cooperative Learning Type Send A Problem pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti terhadap Kemandirian Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik di SMA Negeri 4 Padang http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1387 <p>Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang masih didominasi model konvensional cenderung menyebabkan rendahnya kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Peserta didik kurang aktif, minim inisiatif, serta belum terlatih menyelesaikan permasalahan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Cooperative Learning tipe <em>Send a Problem</em> terhadap kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kritis peserta didik di SMA Negeri 4 Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain <em>quasi experimental</em> dengan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa angket kemandirian belajar dan tes kemampuan berpikir kritis, sedangkan analisis data menggunakan uji <em>t</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian belajar peserta didik pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan nilai rata-rata 82,4 dan 75,4. Selain itu, kemampuan berpikir kritis peserta didik pada kelas eksperimen juga lebih baik dengan nilai rata-rata 84,5 dibandingkan kelas kontrol sebesar 75. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,00 &lt; 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan model Cooperative Learning tipe <em>Send a Problem</em> terhadap kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.</p> Zulka Ependi Radhiatul Hasna Khadijah Khadijah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-30 2025-12-30 5 3 695 702 10.54297/seduj.v5i3.1387 Implementasi Program Latihan Dasar Kepemimpinan sebagai Pembentukan Karakter Siswa di Seribu Bulan Boarding School Tenjo Bogor http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1388 <p>Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam penyelenggaraan pendidikan, khususnya pada sekolah berasrama yang menempatkan pembinaan sikap dan perilaku sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Seribu Bulan Boarding School Tenjo, Bogor menerapkan Program Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) sebagai strategi untuk membentuk karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Latihan Dasar Kepemimpinan dalam pembentukan karakter siswa di lingkungan sekolah berasrama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi pimpinan sekolah, pembina LDK, serta siswa peserta program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi LDK dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang terstruktur. Program ini terbukti mampu meningkatkan karakter siswa, terutama pada aspek kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kemandirian, dan keberanian memimpin melalui pembagian peran, latihan lapangan, serta refleksi kegiatan. Namun, pelaksanaan program masih menghadapi kendala berupa perbedaan kesiapan siswa dan keterbatasan pelatihan fasilitator. Dapat disimpulkan bahwa Program LDK memberikan kontribusi signifikan dalam pembentukan karakter siswa di sekolah rumah yatim berasrama.</p> Samsudin Samsudin Zulfitria Zulfitria Lulu Azmi Aghnia Humam Rasyidu Sibthi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-01-22 2026-01-22 5 3 703 711 10.54297/seduj.v5i3.1388 Integrasi Pembelajaran Berbasis Literasi Numerasi dalam Kurikulum Merdeka untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Siswa Kelas III Sekolah Dasar http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1389 <p>Rendahnya kemampuan berhitung siswa kelas III sekolah dasar, khususnya dalam konteks penerapan Kurikulum Merdeka yang menekankan penguatan literasi dan numerasi sebagai kompetensi esensial. Integrasi pembelajaran berbasis literasi numerasi dipandang strategis untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah, dan pemahaman konsep matematika secara kontekstual. Namun, implementasi integrasi tersebut belum optimal dan memerlukan kajian empiris yang sistematis. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana integrasi pembelajaran berbasis literasi numerasi dalam Kurikulum Merdeka dapat meningkatkan kemampuan berhitung siswa kelas III sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perencanaan, pelaksanaan, dan dampak integrasi pembelajaran berbasis literasi numerasi terhadap peningkatan kemampuan berhitung siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Subjek penelitian adalah siswa kelas III sekolah dasar, dengan teknik pengumpulan data melalui tes kemampuan berhitung, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran berbasis literasi numerasi dalam Kurikulum Merdeka berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berhitung siswa, ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata dan ketuntasan belajar siswa. Pembelajaran yang kontekstual, berbasis masalah, dan mengaitkan numerasi dengan kehidupan sehari-hari mampu meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan berhitung siswa. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pembelajaran berbasis literasi numerasi merupakan pendekatan efektif dalam Kurikulum Merdeka untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa kelas III sekolah dasar, sehingga direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan oleh guru sekolah dasar.</p> Ode Zulaeha ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-30 2025-12-30 5 3 712 718 10.54297/seduj.v5i3.1389 Pengaruh Pendidikan Agama dalam Keluarga dan Motivasi Berprestasi terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1391 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan agama dalam keluarga dan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Pendidikan agama dalam keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk sikap, nilai, serta orientasi belajar peserta didik, sementara motivasi berprestasi berfungsi sebagai dorongan internal yang memengaruhi kesungguhan siswa dalam mencapai hasil belajar yang optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Pengumpulan data dilakukan melalui angket untuk mengukur pendidikan agama dalam keluarga dan motivasi berprestasi, serta dokumentasi untuk memperoleh data prestasi belajar PAI. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik proporsional. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh parsial dan simultan variabel independen terhadap prestasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama dalam keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar PAI. Motivasi berprestasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi yang bermakna dalam meningkatkan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam. Temuan ini menegaskan pentingnya peran keluarga dan penguatan motivasi berprestasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI.</p> Muh Arafah Jalal Masdar ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-12-30 2025-12-30 5 3 719 726 10.54297/seduj.v5i3.1391 Implementasi Program Transisi PAUD Ke SD dalam Mendukung Proses Adaptasi Anak Pada Lingkungan Belajar Baru http://jurnal-unsultra.ac.id/index.php/seduj/article/view/1399 <p>Transisi anak dari PAUD ke SD merupakan periode krusial dalam perkembangan pendidikan anak. Lingkungan belajar yang disediakan selama fase ini memiliki peran penting dalam mendukung adaptasi, perkembangan sosial emosional dan keterampilan akademik. Tujuan dalam penelitian adalah untuk menganalisa Program transisi PAUD ke SD dalam mendukung proses adaptasi anak pada lingkungan belajar baru. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah <em>literature review</em> untuk mendeksripsikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana program transisi PAUD ke SD dalam mendukung proses adaptasi anak pada lingkungan belajar baru. Analisis data yang digunakan berupa data tematik untuk menyusun, menganalisis dan menyimpulkan pembahasan dengan kata kunci peran lingkungan, transisi PAUD ke SD. Hasil penelitian didapatkan bahwa tahap implementasi dilakukan melalui aktivitas pengenalan lingkungan sekolah dasar, simulasi proses belajar yang menyerupai atmosfer SD, serta penanaman kebiasaan seperti mengantri, menyimpan barang, dan mematuhi aturan kelas. Selain itu, terdapat pembelajaran yang berbasis permainan agar anak merasa lebih nyaman dan tidak mengalami tekanan. Selain itu ditemukan dampak dari implementasi program transisi yaitu siswa menjadi lebih mandiri, berkomunikasi dengan baik, dan tanggap dalam bersosialisasi. Selain itu factor kesiapan anak memegang peran sentral, lingkungan keluarga dan sekolah menjadi penentu keberhasilan program transisi.</p> Fitriani Rahayu Juandra Prisma Mahendra ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-01-29 2026-01-29 5 3 727 736 10.54297/seduj.v5i3.1399