Pengaruh Model Cooperative Learning Type Send A Problem pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti terhadap Kemandirian Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik di SMA Negeri 4 Padang
Abstract
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti yang masih didominasi model konvensional cenderung menyebabkan rendahnya kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Peserta didik kurang aktif, minim inisiatif, serta belum terlatih menyelesaikan permasalahan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Cooperative Learning tipe Send a Problem terhadap kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kritis peserta didik di SMA Negeri 4 Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan desain quasi experimental dengan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa angket kemandirian belajar dan tes kemampuan berpikir kritis, sedangkan analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian belajar peserta didik pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan nilai rata-rata 82,4 dan 75,4. Selain itu, kemampuan berpikir kritis peserta didik pada kelas eksperimen juga lebih baik dengan nilai rata-rata 84,5 dibandingkan kelas kontrol sebesar 75. Uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi 0,00 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan model Cooperative Learning tipe Send a Problem terhadap kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Copyright (c) 2025 Zulka Ependi, Radhiatul Hasna, Khadijah Khadijah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





