Hegemoni Mangaji Pagi: Politik Alokasi Waktu sebagai Strategi Resiliensi Epistemologi di Mti Batang Kabung Padang
Abstract
Di tengah arus disrupsi pendidikan dan tuntutan pragmatisme pasar yang mendesak pesantren untuk melakukan sekularisasi kurikulum, Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Batang Kabung menampilkan bentuk resistensi yang unik. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi resiliensi MTI Batang Kabung dalam mempertahankan tradisi tafaqquh fiddin melalui manajemen kurikulum yang distingtif. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui analisis dokumen jadwal pembelajaran (roster), observasi partisipan, serta wawancara mendalam dengan Pimpinan Pondok (Buya) dan Kepala Madrasah pada jenjang Tsanawiyah (MTs) maupun Aliyah (MA). Temuan penelitian mengungkap praktik Politik Alokasi Waktu yang disebut sebagai tradisi Mangaji Pagi. Secara struktural, institusi mengalokasikan waktu emas kognitif (golden time) pukul 07.00–09.30 WIB khusus untuk mata pelajaran turats (Nahwu, Sharaf, Fiqh, Tafsir), sementara mata pelajaran umum ditempatkan pada sesi siang. Strategi ini diterapkan secara isomorfis (seragam) dari jenjang MTs hingga MA. Konsistensi pada jenjang Aliyah, meski dihadapkan pada tekanan seleksi perguruan tinggi yang menunjukkan kuatnya ideologi institusi dalam menempatkan ilmu agama (Fardhu ‘Ain) pada hirarki epistemologi tertinggi dibanding ilmu umum (Fardhu Kifayah). Penelitian ini menyimpulkan bahwa MTI Batang Kabung melakukan akomodasi selektif: menerima modernitas secara administratif namun mempertahankan kedaulatan tradisi secara substansial melalui penguasaan struktur waktu
References
Al-Ghazali, I. (2020). Ihya' ulum al-din [Edisi Terjemahan]. (Penerj. Asep Sobur). Bandar Qasim. (Karya asli diterbitkan tahun 1105 M)
Apple, M., & Apple, M. W. (2004). Ideology and Curriculum (0 ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203487563
Arif, M., & Nurdin, N. (2024). Dinamika transformasi kurikulum pesantren: Antara mempertahankan tradisi dan tuntutan modernitas. Jurnal Pendidikan Islam, 10(1), 45-60. https://doi.org/10.15575/jpi.v10i1.23456
Aslan, A., & Hifza, H. (2020). The role of leadership in the development of Islamic education character in the era of industrial revolution 4.0. International Journal of Innovation, Creativity and Change, 11(12), 346–359.
Fadhli, M., & Kurniati, D. (2022). Manajemen pembelajaran kitab kuning di madrasah berbasis pesantren: Studi kasus integrasi kurikulum. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 17(2), 201-218. https://doi.org/10.21043/edukasia.v17i2.11223
Hasanah, U. (2023). Efektivitas metode musyawarah dalam peningkatan kemampuan membaca kitab kuning di pesantren. Ta’dib: Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 1-15. https://doi.org/10.29313/tjpi.v12i1.8901
Hidayat, T., & Syafe’i, M. (2022). Philosophy of Kitab Kuning Based Curriculum in Indonesian Pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 15–28. https://doi.org/10.15575/jpi.v8i1.15678
Ikhwan, A., Biantoro, O. F., & Rohmad, A. (2020). The revitalization of Islamic education in the global era. Universal Journal of Educational Research, 8(11), 5582–5590. https://doi.org/10.13189/ujer.2020.081161
Ma’arif, M. A., Rofiq, M. H., & Sirojuddin, A. (2023). The strategy of pesantren in maintaining its existence in the era of disruption. Qudus International Journal of Islamic Studies (QIJIS), 11(1), 1–24. https://doi.org/10.21043/qijis.v11i1.12345
Mundiri, A., & Manshuruddin, M. (2023). Globalizing Pesantren: The strategy of internationalization of Islamic education institutions in Indonesia. Journal of Social Studies Education Research, 14(2), 120–143.
Putra, A., & Kosim, M. (2023). Eksistensi Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang dalam melestarikan paham Ahlussunnah Wal Jamaah di Sumatera Barat. Al-Fikra: Jurnal Ilmiah Keislaman, 22(1), 55-72. https://doi.org/10.31958/j.alfikra.v22i1.1234
Rahman, A. (2022). Pendidikan surau di Minangkabau: Transformasi kelembagaan dari tradisional ke klasikal. Turats: Jurnal Penelitian dan Pengabdian, 10(1), 12-25. https://doi.org/10.1234/turats.v10i1.5678
Raihani, R. (2020). Islamic education and the challenge of radicalism: The curriculum of pestanren in Indonesia. Journal of Social Studies Education Research, 11(1), 1-18.
Rizal, S. S. (2021). The hidden curriculum of Islamic boarding school in building students' character. Jurnal Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies, 7(1), 89-102. https://doi.org/10.30983/islam_realitas.v7i1.3456
Rosowulan, T., Hasyim, A. F., Sholikhun, M., Purwanto, P., Djamil, A., In’amuzzahidin, M., & Wijaya, R. (2025). Pesantren’s Knowledge Identity Crisis in the Digital Era. Jurnal Ilmiah Peuradeun, 13(1), 49–76. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v13i1.1287
Zulfis, Z. (2021). Moderasi beragama dalam sistem pendidikan Madrasah Tarbiyah Islamiyah di Sumatera Barat. Jurnal Fuaduna: Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan, 5(2), 134-148. https://doi.org/10.30983/fuaduna.v5i2.4567
Copyright (c) 2025 Supriadi Ansyah Putra, Martin Kustati, Nana Sepriyanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





